Kinerja Melambat, Saham Alibaba Terjerembab

Friday, August 14th, 2015 14:32:09

question

Di tengah perlambatan ekonomi China, raksasa e-commerce Alibaba Group Holding juga ikut merasakan dampaknya setelah mencatatkan pertumbuhan penjualan yang paling lambat dalam tiga tahun ini dan volume transaksi di marketplace mereka di bawah estimasi para analis. Saham perusahaan yang berpusat di Hangzhou itu turun ke rekor terendah yang membuat nilai kekayaan  pendirinya, Jack Ma, berkurang sekira US$750 juta.

Harga saham Alibaba anjlok 5,1% menjadi US$73,38 dalam penutupan perdagangan di New York, Rabu 12 Agustus, meskipun masih di atas harga penawaran saham perdana US$68 pada September lalu. Padahal, pendapatan Alibaba masih bisa naik 28% menjadi 20,2 miliar yuan (US$3,2 miliar) untuk periode tiga bulan yang berakhir Juni, meskipun bisa dikatakan anjlok separuh jika dibandingkan pertumbuhan rata-rata selama 12 bulan yang berada di angak 56%.

Volumen penjualan yang merupakan alat ukur transaksi di marketplace ritel Alibaba naik 34% menjadi 673 miliar yuan pada kuartal lalu, angka pertumbuhan di bawah 38% dari yang diharapkan para analis yang dikompilasi Bloomberg. Alibaba juga mengumumkan rencana untuk melakukan pembelian kembali saham senilai US$4 miliar selama tiga tahun.

Perlambatan pertumbuhan bisnis Alibaba ini akibat dari sudah mulai jenuhnya pasar e-commerce di China terutama di kota-kota besar. Selain itu, memang ada pergeseran strategi layanan Alibaba untuk lebih menyasar transaksi penjualan melalui ponsel cerdas dan tablet yang menawarkan pendapatan iklan lebih rendah dibandingkan jika diakses melalui layar komputer desktop.

Kepercayaan diri investor juga sedang goyah dengan situasi perekonomian China yang diprediksi bakal mengalami pertumbuhan paling lambat dalam seperempat abad pada tahun ini, selain berbagai masalah hukum yang menimpa marketplace Tmall dan Taobao terutama terkait penjualan produk bajakan atau bermerek palsu. “Transaksi belanja online di kota-kota besar China sudah mencapai titik jenuh,” kata Li Muzhi, analis Arete Research Service LLP di Hong Kong, kemarin. “Alibaba harus berinvestasi di ranah baru untuk mendapatkan sumber pertumbuhan lain.”

Sejauh ini, Jack Ma yang menjabat komisaris Alibaba sudah merasakan berkurangnya nilai aset yang dimilikinya sebesar 2,4% menjadi US$31,2 miliar setelah harga saham Alibaba anjlok kemarin. Sejak puncak harga saham Alibaba pada 3 Juni lalu, kekayaan Jack Ma telah berkurang US$6,3 miliar yang menjadikannya orang terkaya ketiga di Asia setelah Wang Jianlin dan Li Ka-shing.

Namun, Ma masih memiliki ambisi besar untuk ekspansi Alibaba. Pada Senin 10 Agustus lalu Ma mengumumkan investasi US$4,6 miliar di Suning Commerce Group Company untuk mendapatkan lebih banyak akses ke jaringan peritel produk elektronika itu sekaligus untuk menyaingi situs belanja JD.com.

Ma berupaya mendiversifikasi bisnis Alibaba sambil berupaya untuk meraup pasar dari 594 juta warga China yang memiliki akses ke internet melalui ponsel cerdas dan tablet yang semakin menggeser peran komputer personal. Selain memperkuat jaringan e-commerce, Alibaba juga berekspansi ke bidang hiburan, layanan kesehatan, aplikasi navigasi, serta mencoba memopulerkan sistem operasi YunOS untuk ponsel cerdas yang masih berbasis Android. Bulan lalu, Alibaba menunjuk Michael Evans yang pernah menjadi mitra di Goldman Sachs Group sebagai presiden untuk membantu upaya ekspansi globalnya. (Bloomberg)

Untitled Document


The Market Quotes Powered By Forexpros, the Forex, Futures, and Stock Markets Portal.
MORE TOP STORIES more
MOST POPULAR

  •   1662 Views

  •   1206 Views

  •   1172 Views

  •   1063 Views

  •   1052 Views