Saham Facebook dan Google Kena Aksi Jual, Wall Street Anjlok

Wednesday, March 28th, 2018 10:14:43

question

Wall Street ditutup melemah tajam pada penutupan perdagangan Selasa (27/3/2018) waktu setempat. Masing-masing indeks utama AS mengalami penurunan di lima sesi, didorong oleh aksi jual saham di sektor teknologi.

Saham emiten teknologi, yang merupakan sektor berkinerja terbaik selama ini berada di bawah tekanan. Pasalnya, ada kekhawatiran tentang peraturan pemerintah tentang keamanan data dan privasi untuk Facebook (FB.O).

“Kita kurang informasi apa yang [pasar] harapkan. Tampaknya begitu terbuka, banyak risiko di sini dan investor tidak suka ketidakpastian ini,” kata Senior Market Strategist dari Global Market Advisory Group di New York, Peter Kenny seperti dilansir Reuters, Rabu (28/3/2018).

Saham Facebook turun 4,9% ke U$ 152,22 dan turun nyaris 15% selama bulan ini. Indeks Internet Nasdaq Internet .QNET mengalami penurunan persentase harian terburuknya sejak Juni 2016.

Dari 11 sektor utama S&P 500 hanya pemain yang defensif seperti sektor konsumer, telekomunikasi, real estate dan utilitas yang berada di zona positif.

Dow Jones Industrial Average .DJI turun 344,89 poin atau 1,43% menjadi 23,857.71. Sementara, S&P 500 .SPX kehilangan 45,93 poin atau 1,73% menjadi 2,612,62 dan Nasdaq Composite .IXIC turun 211,74 poin, atau 2,93% menjadi 7,008,81.

Sejak mencapai rekor pada 26 Januari, bursa saham terpukul oleh kekhawatiran tentang meningkatnya inflasi, laju kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve AS, dan kemungkinan perang perdagangan global. S&P 500 sudah turun 9,1% dari level tertingginya.

Penasihat Perdagangan White House atau Gedung Putih, Peter Navarro mengkonfirmasi pada hari Senin kemarin Pejabat Tinggi yang mewakili Donald Trump sudah meminta China untuk memangkas tarif atas mobil impor dan memungkinkan kepemilikan mayoritas perusahaan jasa keuangan asing.

AS juga meminta China untuk lebih banyak membeli semikonduktor buatan AS dalam negosiasi untuk menghindari tarif atas sejumlah barang-barang China.

Saham teknologi lainnya, seperti Alphabet (GOOGL.O) 4,5% setelah kasus hak cipta bernilai miliaran dolar yang dibawa oleh Oracle Corp (ORCL.N) terhadap perusahaan.

Nvidia (NVDA.O) adalah titik lemah lainnya, jatuh 7,8% setelah pembuat chip itu menghentikan sementara tes mengemudi sendiri di seluruh dunia.

Saham Tesla (TSLA.O) 8,2% koreksi setelah Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS membuka investigasi lapangan dari kecelakaan Tesla dan kebakaran kendaraan minggu lalu. Twitter (TWTR.N) turun 12% setelah short-seller Citron Research menyebut Twitter merupakan saham “paling rentan” terhadap peraturan privasi. (CNBC)

Untitled Document


The Market Quotes Powered By Forexpros, the Forex, Futures, and Stock Markets Portal.
MORE TOP STORIES more
MOST POPULAR

  •   1791 Views

  •   1334 Views

  •   1316 Views
  • question

      1232 Views

  •   1175 Views