Akankah Italia Mengulang Krisis Yunani?

Wednesday, May 30th, 2018 10:19:45

question

Hampir satu dekade sejak krisis utang Yunani membuat investor global ketakutan, krisis politik baru di Italia telah menghidupkan kembali kecemasan mengenai nasib sistem keuangan Eropa dan mata uang seragamnya, euro.

Namun, kali ini skala krisis akan jauh lebih besar.

“Perekonomian Italia 10 kali lebih besar dari Yunani yang krisis utangnya sempat mengguncang fondasi wilayah euro,” tulis Desmond Lachman, akademisi di American Enterprise Institute, dalam unggahan blog-nya yang dikutip CNBC International. “Mata uang tunggal sepertinya tidak akan bertahan dalam bentuknya sekarang ini bila Italia terpaksa keluar dari kesepakatan moneternya.”

Perekonomian Italia masih berjuang keluar dari keterpurukan akibat Great Recession bertahun-tahun lalu dengan jumlah utang yang menyaingi pinjaman Yunani. Besarnya nilai pinjaman Yunani telah mendorong terjadinya pemangkasan besar-besaran di sektor layanan publik dan menyebabkan negara itu jatuh ke dalam resesi ekonomi yang parah.

Utang pemerintah Italia diperkirakan mencapai US$2,4 triliun (Rp 33.664 triliun) pada periode 2016-2017. Sementara itu, utang Yunani tercatat US$507 miliar di periode yang sama.

Utang Italia itu telah menjadi sorotan di tengah-tengah ketidakstabilan politik yang telah gagal diselesaikan pemerintah negara itu.

Krisis politik terbaru di negara tersebut muncul akhir pekan lalu setelah Perdana Menteri sementara Carlo Cottarelli gagal mendapatkan dukungan partai-partai politik besar untuk menghentikan kekosongan pemerintahan. Italia sedang berusaha membentuk pemerintahan baru sejak Maret lalu.

Kebuntuan ini dapat memaksa Presiden Sergio Mattarella kembali menghadap parlemen dalam beberapa hari ke depan dan membuat warga Italia kembali melaksanakan pemilu paling cepat 29 Juli nanti.

Bank sentral Italia pada hari Selasa telah memperingatkan bahwa negara itu beberapa langkah lagi akan kehilangan kepercayaan investor karena pasar keuangan telah mengalami aksi jual terparah dalam beberapa tahun terakhir. Aksi jual itu terjadi akibat investor khawatir pemilu lanjutan akan menjadi pemungutan suara mengenai keanggotaan Italia di Uni Eropa (UE).

Pemilu Maret lalu memperlihatkan banyaknya warga Italia yang beralih ke dua partai populis: partai anti-kemapanan 5-Star Movement dan partai anti-euro League.

Beberapa analis politik yakin kebuntuan akhir pekan lalu akan memperkuat posisi kedua partai dan meningkatkan keraguan mengenai keanggotaan Italia di UE dan penggunaan mata uang tunggal euro.  (CNBC)

Untitled Document


The Market Quotes Powered By Forexpros, the Forex, Futures, and Stock Markets Portal.
MORE TOP STORIES more
MOST POPULAR

  •   1809 Views

  •   1379 Views

  •   1338 Views
  • question

      1261 Views

  •   1202 Views