Diversifikasi Bisnis Perusahaan Batubara China

Tuesday, April 2nd, 2013 10:23:32

question

Batubara merupakan bisnis yang sulit, terutama di China. Dihadapkan pada perlambatan permintaan domestik dan upaya untuk pengurangi polusi, perusahaan batubara kini cenderung melakukan diversifikasi usaha diluar negeri dan komoditas lainnya.

Kesepakatan terakhir yang dilakukan oleh China Shenhua Energy Co (1088.HK) dan Yanzhou Coal Mining Co (1171.HK) mengindikasikan bahwa mereka sudah berpikir dengan cara tersebut, tapi kesepakatan M&A lainnya mungkin harus dipercepat.

Pembakaran batubara untuk menghasilkan listrik dan memasok lebih dari 70% kebutuhan energi China, namun kini menjadi kurang populer karena polusi yang dihasilkan. Beijing telah berjanji untuk memerangi polusi, setelah kualitas udara menunjukkan indeks berbahaya tingkat tinggi di ibu kota awal tahun ini.

Analis dari Jefferies mencatat bahwa konsumsi batubara dinegar itu hempir mendekati puncaknya, karena adanya perlambatan tidak terelakkan dalam pembangunan infrastruktur.

Produsen batubara China sudah mulai melakukan diversifikasi usaha dan menjauh dari bisnis inti mereka dalam upaya untuk menemuka aliran pendapatan lain untuk mengimbangi penurunan permintaan batubara. Produksi batubara negar itu naik 4% menjadi 3,66 miliar metrik ton tahun lalu, melambat dari pertumbuhan 8,7% ditahun 2011, menurut data dari Asosiasi Industri Batubara China. Dalam waktu yang sama, harga batubara mengalami penurunan 22% dari tahun sebelumnya.

Akhir tahun lalu, China Shenhua dan produsen batubara lainnya seperti Huadian Coal Industry Group memasuki pasar gas alam China setelah mereka memenangkan lelang untuk produksi shale gas di China selatan.

China sebagai produsen energi terbesar dunia, memang belum memulai untuk mengembangkan produksi shale-gas dalam skala besar. Namun negara itu memiliki ambisi untuk memproduksi 80 miliar meter kubik shale-gas pada tahun 2020 untuk memenuhi meningkatnya permintaan bahan bakar ramah lingkungan.

Selain itu, Yanzhou Coal Mining membeli ijin eksplorasi 19 tambang mineral kalium di Kanada senilai US$260 juta pada 2011. Kalium umumnya digunakan sebagai pupuk, tapi juga memiliki kegunaan lain dalam industri.

produsen batubara lain juga telah berinvestasi di pembangkit listrik dan infrastrukturnya untuk mendukung bisnis utamanya mereka, batubara, tapi itu tidak akan melindungi mereka dari perlambatan permintaan batubara domestik.

“Masalahnya adalah mereka diversifikasi ke jalur kereta api dan pembangkit listrik. Pengembalian modal yang diinvestasikan pada jalur kereta api di China secara historis lebih rendah dari pengembalian modal yang diinvestasikan dibidang batubara,” kata analis Bernstein Research.

China Shenhua pun berniat untuk berekspansi ke luar negeri. Dalam konferensi pers beberapa waktu lalu, perusahaan mengatakan sedang menyasar beberapa target akuisisi di Australia, indonesia, Rusia dan Mongolia. Perusahaan induk China Shenhua pun telah
menandatangani kerjasama dengan mitra kerjanya pada sebuah proyek bernilai US$2 miliar untuk mengembangkan cadangan batubara dan infrastrukturnya di Timur Siberia dan Rusia.

Yanzhou Coal memiliki pandangan serupa dalam berekspansi diluar negeri. Dengan menginvestasikan sekitar $2,1 miliar di perusahaan Australia Gloucester Coal Ltd yang rampung pada tahun lalu. Yanzhou yang sahamnya listing di bursa New York, Hong Kong, Shanghai dan Sydney, kini tengah mempertimpangkan untuk meng-IPO-kan unit kaliumnya di bursa Toronto, kanada. Manajemen berupaya untuk menginvestasikan sebanyak 600 juta dolar Australia untuk meningkatkan produksi batubara hampir dua kali lipat pada tambangnya di Australia selama lima tahun kedepan atau lebih, dengan harapan bisa mengimbangi penurunan produksi pada tambang utamanya di Shandong, China.

Untitled Document


The Market Quotes Powered By Forexpros, the Forex, Futures, and Stock Markets Portal.
MORE TOP STORIES more
MOST POPULAR

  •   1939 Views

  •   1496 Views

  •   1457 Views
  • question

      1457 Views
  • question

      1386 Views