Meski Inflasi China Melambat, Tetap Menimbulkan Kekhawatiran Ekonom

Tuesday, April 9th, 2013 10:04:28

question

Tekanan inflasi di China untuk bulan Maret 2013 dilaporkan makin melambat dibandingkan periode sebelumnya, dimana inflasi hanya naik lebih rendah dari prediksi yang berperan membantu penguatan pada saham akan tetapi menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi analis.

Consumer price index untuk bulan Maret 2013 hanya naik 2,1% dari tahun sebelumnya, kenaikan tipis dari prediksi 2,5% dalam poling Dow Jones Newswires.

Sebagai pembanding, inflasi Februari 2013 adalah sebesar 3,2%, meski lebih baik dari angka inflasi Januari 2013 yang berada di level 2,0%.

Bursa saham Hong Kong dan Shanghai melanjutkan penguatan usai data inflasi diumumkan oleh Biro Statistik Nasional pada Selasa (9/4) pagi waktu setempat.

“Data China sedikit lebih baik dari prediksi, dan penurunan angka CPI adalah positif. Kami berharap adanya kenaikan pada bursa Hong Kong hari ini tapi turnover tetap tipis,” kata direktur penjualan Kim Eng Securities Andrew Sullivan.

Producer price index menurun 1,9% dari periode tahun 2012, sedikit dibawah prediksi penurunan 2% dalam poling yang sama.

Ketika beberapa analis melihat perlambatan angka inflasi memungkinkan bank sentral untuk “membekukan” beberapa kebijakannya, namun ekonom IHS Xianfang Ren dan Alistair Thornton melihat adanya tanda-tanda masalah pada pemulihan ekonomi dinegara itu.

“Kebangkitan ekonomi China telah berlangsung selama beberapa bulan, seharusnya hal itu bisa mempengaruhi tekanan inflasi. Tapi ternyata baik data CPI dan PPI bulan lalu memperlihatkan angka perlambatan yang drastis….Pemulihan tetap rapuh,” tulis kedua analis dalam catatan riset.

“Meskipun memperlihatkan perlambatan pada data inflasi Maret, tren inflasi tetap naik…Ini berarti bahwa ekonomi tetap berada dalam kondisi pengetatan moneter,” lanjut mereka.

Meski demikian, baik Ren dan Thornton mengatakan “pengetatan moneter tradisional” seperti kenaikan RRR dan kenaikan suku bunga acuan tampaknya masih harus menunggu hingga paruh kedua tahun ini, ketika pemerintah mencoba makin memperketat pasar pinjaman properti.

Untitled Document


The Market Quotes Powered By Forexpros, the Forex, Futures, and Stock Markets Portal.
MORE TOP STORIES more
MOST POPULAR

  •   1801 Views

  •   1369 Views

  •   1330 Views
  • question

      1246 Views

  •   1194 Views