Survei: Tidak Ada pelonggaran Lanjutan BOJ Hingga Akhir Tahun

Monday, August 5th, 2013 13:32:50

question

Bank Sentral Jepang (BOJ) kemungkinan besar akan bertahan dengan kebijakan moneter yang dijalankan saat ini untuk periode waktu yang lebih lama dari yang diperkirakan karena harga-harga konsumen yang mulai menanjak, menurut kesimpulan survei yang dilakukan oleh Wall Street Journal terhadap sejumlah analis. Akan tetapi meski inflasi mulai terwujud, ekonom masih memiliki pandangan yang suram mengenai target ambisius bank sentral dalam mencapai inflasi 2% dalam waktu dua tahun.

Seluruh dari 10 orang ekonom yang dimintai pendapatnya oleh BOJ menyatakan bahwa mereka tidak berpikir dewan kebijakan moneter bank sentral akan menerapkan sejumlah perubahan besar pada 2013 dan mereka memperkirakan dewan kebijakan moneter BOJ akan berdiam diri dalam pertemuan moneter yang berlangsung dua hari mulai Rabu mendatang. Beberapa dari ekonom yang disurvei sebelumnya memperkirakan adanya easing-moneter pada Oktober mendatang bersamaan dengan dirilisnya laporan outlook tengah tahunan BOJ mengenai kondisi ekonomi dan inflasi.

“Status quo akan terus berlangsung kecuali harga saham turun signifikan dan yen menguat drastis dari level pada tanggal 3 April, ketika BOJ meluncurkan pelonggaran moneter yang belum pernah terjadi dinegara itu sebelumnya,” kata Yasunari Ueno, chief market economist di Mizuho Securities.

Dengan yen yang masih lemah dan Nikkei Stock Average mempertahankan sebagian besar penguatan yang diraih sejak awal tahun ini, beberapa analis yang disurvei Wall Street Journal memperkirakan langkah BOJ untuk melakukan pelonggaran berikutnya akan terjadi pada Maret atau bahkan April tahun depan.

Penguatan pada nationwide core consumer price index adalah salah satu alasan bagi lambannya sikap BOJ. Japan Core CPI naik 0,4% yoy di bulan Juni 2013 — kenaikan pertama sejak April 2012 — memperbesar kemungkinan bagi BOJ untuk memenuhi target kenaikan core CPI tahunan sebesar 0,6% untuk tahun fiskal yang berakhir Maret 2014.

Meskipun laju pertumbuhan pada core CPI akan meningkat signifikan karena inflasi tidak tumbuh dalam dua bulan pertama tahun fiskal dan hanya naik kurang dari 0,6% di bulan Juni, beberapa analis yang disurvei merasa optimis mengenai peluang bank sentral dalam mendekati target yang ditetapkannya.

“Perkiraan BOJ tidak begitu melenceng,” kata Mari Iwashita, analis pada SMBC Nikko Securities.

Ia menyatakan ada 70% kemungkinan bagi BOJ untuk memenuhi target prediksinya.

Akan tetapi mengenai target inflasi jangka panjang 2% yang ditetapkan oleh BOJ, seluruh dari 10 ekonom sepakat bahwa inflasi tidak akan mampu mencapai level tersebut.

Untitled Document


The Market Quotes Powered By Forexpros, the Forex, Futures, and Stock Markets Portal.
MORE TOP STORIES more
MOST POPULAR

  •   1902 Views

  •   1462 Views

  •   1423 Views
  • question

      1359 Views

  •   1308 Views