Bersiaplah Empat Bank Sentral Asia Gelar Pertemuan Moneter

Wednesday, June 11th, 2014 10:16:51

question

Agenda bank sentral akan menjadi fokus di Asia mulai Kamis besok (12/6), dengan Bank of Japan akan memulai pertemuan dua-harinya yang berakhir Jumat, serta rapat moneter oleh Bank Indonesia, Bank of Korea dan Reserve Bank of New Zealand. Dari keempat bank sentral yang disebutkan tadi, hanya satu dari mereka yang diyakini bakal mengambil kebijakan berbeda, akan tetapi sebagian pakar berbeda pendapat mengenai kebijakan yang akan diambil pada masa mendatang.

Indonesia

Setelah memberikan lima kenaikan suku bunga berturut-turut pada tahun 2013, Bank Indonesia diperkirakan akan menahan suku bunga acuan tetap pada level 7,5% akibat melebarnya defisit perdagangan. Di bulan April, Indonesia membukukan defisit perdagangan sebesar $1,9 miliar, kontras dibandingkan dengan surplus sebesar $673 juta di bulan Maret 2014, yang disebabkan kinerja ekspor mengalami kontraksi selama 13 bulan secara berturut-turut.

Inflasi juga menjadi faktor penentu dalam pertemuan BI. Dimana CPI naik 7,32% di bulan Mei, stabil dari inflasi 7,2% di bulan sebelumnya tapi jauh diatas target bank sentral untuk tahun ini yang ditetapkan antara 3,5%-5,5%.

Enam dari delapan analis yang dmintai pendapatnya oleh Reuters memperkirakan suku bunga tidak akan mengalami perubahan hingga akhir tahun.

“Dengan lonjakan inflasi, kami pikir bank sentral akan mempertahankan kebijakan moneter yang ketat untuk waktu lebih lama. Hal ini untuk meminimalkan resiko dampak putaran kedua dan mempertahankan suku bunga riil positif untuk mencegah depreasi mata uang. Seperti ketika inflasi moderat pada 2015, kami masih beranggapan BI akan mengejutkan market dengan memangkas suku bunga lebih besar dari yang diperkirakan pengamat,” ungkap analis dari Credit Suisse.

Korea Selatan

Bank of Korea (BOK) akan menyudahi rapat moneter mereka pada Kamis pukul 9am SIN/HK dan analis secara luas memperkirakan suku bunga akan bertahan pada level 2,50% untuk bulan ke-13, meski ada perbedaan pandangan mengenai hal itu untuk masa mendatang.

Mayoritas analis dalam poling Reuters memperkirakan BOK akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada akhir tahun ini atau pada 2015, sejalan dengan komentar dari Gubernur BOK yang baru Lee Ju Yeol yang menyatakan rumah tangga harus siap menghadapi suku bunga yang lebih tinggi.

Selandia Baru

Dengan dua kali kenaikan suku bunga sepanjang tahun ini, RBNZ dipandang sebagai bank sentral yang bersuara paling hawkish di dunia saat ini. Bahkan dalam pertemuan moneter besok, RBNZ diprediksi masih akan menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 3,25% setelah Gubernur Wheeler memberi sinyalemen adanya kenaikan suku bunga acuan pada pertemuan bulan lalu.

Jepang

Diperkirakan tidak ada perubahan kebijakan yang akan diambil oleh Bank of Japan (BOJ) dalam pertemuan yang dua-hari yang berakhir Jumat, mengingat data pertumbuhan ekonomi yang relatif kuat di kuartal pertama dan belanja modal korporasi menyoroti keyakinan bank sentral akan pemulihan ekonomi yang berjalan saat ini. Analis menilai selama data ekonomi makro terus menunjukkan kemajuan, tidak ada desakan untuk menaikkan dana stimulus.

Untitled Document


The Market Quotes Powered By Forexpros, the Forex, Futures, and Stock Markets Portal.
MORE TOP STORIES more
MOST POPULAR

  •   2003 Views

  •   1575 Views

  •   1527 Views
  • question

      1519 Views
  • question

      1477 Views