Data Inflasi China Menunjukkan Ekonomi Tirai Bambu Kehilangan Momentumnya

Thursday, September 11th, 2014 10:31:30

question

Tingkat inflasi tahunan China melambat menjadi 2% di bulan Agustus 2014, berdasarkan data yang dirilis Kamis (11/9), lebih lambat dari angka inflasi 2,3% bulan Juli 2014 bahkan lebih rendah dari poling Reuters yang mengharapkan adanya kenaikan 2,2%.

Sementara itu, producer price index terus memperlihatkan penurunan dengan melemah 1,2% di bulan Agustus dibandingkan dengan penurunan 0,9% di bulan sebelumnya, bahkan lebih buruk dari poling yang sama yang memperkirakan penurunan 1,1%. PPI di China cenderung mengalami penurunan sejak Februari 2012, disebabkan oleh penurunan pada harga komoditas, kapasitas produksi yang berlebih pada periode sebelumnya dan lemahnya permintaan.

Analis menilai data inflasi tersebut sejalan dengan sejumlah data China yang dirilis belakangan ini, yang mengambarkan momentum ekonomi China kembali mengalami perlambatan.

Ekonomi China terus memburuk terutama sejak pertumbuhan ekonomi melambat menjadi 7,4% di kuartal pertama tahun ini dari tahun 2013, yang merupakan laju pertumbuhan terendah dalam enam kuartal terakhir. Meski pertumbuhan bisa sedikit membaik di kuartal kedua dengan tumbuh 7,5%, namun ada gambaran suram pada kondisi pertumbuhan kredit, industri dan pasar properti.

Pemangku kebijakan di negara itu telah melakukan serangkaian langkah secara hati-hati guna mengatasi perlambatan ekonomi dan PM Li Keqiang beberapa waktu lalu menyatakan dirinya sangat puas atas kondisi perekonomian negaranya yang dianggapnya masih dalam kondisi yang stabil dan belum membahayakan.

Tapi analis menyatakan bahwa bila kondisi makro terus memburuk, hanya masalah waktu sebelum akhirnya Beijing akan mengeluarkan kebijakan stimulus lanjutan.

Sejauh ini memang belum ada pemangkasan suku bunga yang relatif besar, akan tetapi bila data terus melemah dan pertumbuhan berpotensi menuju dibawah 7,5%, buka tidak mungkin China akan mengeluarkan kebijakan stimulus yang lebih banyak.

Sebagian besar analis berpendapat Beijing akan mampu memenuhi target pertumbuhan ekonomi 7,5% untuk tahun ini, tapi prospek untuk tahun depan masih belum pasti.

Untitled Document


The Market Quotes Powered By Forexpros, the Forex, Futures, and Stock Markets Portal.
MORE TOP STORIES more
MOST POPULAR

  •   1662 Views

  •   1206 Views

  •   1172 Views

  •   1063 Views

  •   1052 Views